SEKAI SHIHAI NO SKILL TAKER ZERO KARA HAJIMERU DORAI HAREM CHAPTER 21- Sabat

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

CHAPTER 21- Sabat
———————————————
penerjemah:
void safirma
Editor:-
Sumber ingris:
Mtlcorner
Keesokan paginya, Yuuto butuh waktu lebih lama
untuk bangun dari biasanya.
Ini karena Spica berkata Tolong
istirahatkan tubuhmu besok! Berjanjilah padaku!
Dan membuatnya
berjanji.
Meskipun lukanya sudah tertutup karna sihir
pemulihan Spica, itu tidak sepenuhnya sembuh.
(Spica
…… seperti khawatir.)
Sementara itu tidak menyakitkan sampai titik dimana
lukanya menjadi halangan dalam pertempuran, dia tidak ingin memperlakukan
kekhawatiran Spica dengan enteng.
Karena itu, Yuuto memutuskan untuk beristirahat,
dan berjalan di sekitar kota bukannya mengambil quest penaklukan.
〜〜〜〜〜〜〜〜〜〜〜〜〜
Sudah 48 jam sejak barang-barang yang diperoleh di
Orc Mansion disiapkan untuk dilelang.
Yuuto mengunjungi toko resmi guild untuk menerima
pembayaran.
Melihat Yuuto, Adolph memanggil dengan nada ramah.
「 Oh. Sudah lama. aku sedang menunggu mu. 」
「 Aku ingin tahu apakah aku bisa menerima uang
untuk barang-barang yang aku pasang di dilelang? 」
「 Oh! Kau cukup beruntung. Tidak ada barang
berharga lain untuk dilelang, jadi ada beberapa tawaran yang ditempatkan untuk
mereka. 」
Adolph menempatkan koin emas di atas meja.
「 Untuk 【
Kobold Long Pipe 】,
tawaran yang sukses adalah 10.000 rea. Yah …… itu sekitar harga pasar. Karena
ada beberapa penggemar kaya untuk hobi, harganya stabil. 」
「 …… Oh. Terima kasih. 」
Dia tidak berpikir bahwa pipa panjang harganya
akan mencapai 10.000 rea.
Yuuto menjadi senang secara tidak sengaja.
「 Selanjutnya adalah【Legendary
Orcish Sword】……..
itu adalah peralatan langka yang jarang dijual di pasar. aku takut apa yang
mungkin terjadi… pada akhirnya, itu dijual seharga 700.000 rea. 」
「 700.000! 」
Yuuto berseru kaget ketika 70 koin emas menumpuk ke
meja.
Namun, reaksinya alami.
Hanya satu barang memiliki harga yang setara
dengan 7 juta yen ketika dikonversi.
Dia telah meremehkan Orc legendaris itu.
「 Kau mendapat banyak uang sekaligus. Meskipun akan
baik untuk mendapatkan peralatan yang bagus, aku sarankan untuk membeli seorang
budak. 」
「…… budak? 」
「 Ah. Petualang dengan penghasilan bagus
menambahkan budak ke party mereka, tahu? Misi menjadi lebih mudah ketika ada
budak di party. Tidak ada perselisihan mengenai pembagian item drop. 」
「 …… Begitu ya. 」
Dia memutuskan untuk tidak memberi tahu Adolph
bahwa dia sudah memiliki budak “Spica”.
Akan menjadi tidak wajar bagi seorang pemula yang baru
saja menjadi petualang selama dua hari untuk sudah memiliki budak.
Dia perlu menjelaskan situasinya kepada Spica,
yang sedang menunggu di penginapan.
「 Aku dapat merekomendasikan toko yang disetujui guild
jika kau ingin membeli budak. Perdagangan budak mungkin teduh, tetapi tokonya
bisa dipercaya. 」
「 …… !? Toko yang disetujui Guild!? 」
「 Ah, benar juga. Permintaan untuk budak tinggi di
antara para petualang. 」
「 ……… 」
Yuuto kagum dengan perbedaan budayanya dengan
Jepang.
Fakta bahwa otoritas publik akan mengakui
perdagangan budak tidak terpikirkan di Jepang.
Namun di dunia ini, itu mungkin.
(Kalau
begitu …… memungkin untuk secara legal membangun harem budak yang diisi dengan
gadis cantik jika aku punya uang!?)
Dana aslinya berjumlah 18.550 rea.
Tetapi karena penjualan lelang, dana Yuuto saat
ini meningkat menjadi 728.550 rea.
Dengan jumlah uang ini, memungkin bagi Yuuto untuk
membeli orang berbakat seperti Spica.
Itu tidak berarti dia tidak puas dengan Spica.
Bahkan, ia menganggap Spica cukup cantik.
Tetapi, pada saat yang sama, ada masalah yang
berbeda.
Bagi seorang pria yang telah diangkut ke dunia
yang berbeda, membangun harem adalah mimpi terbesar.
(………
Tidak. Pertama-tama, aku tidak bersalah. Dengan meningkatkan ukuran party, kami
bisa dengan aman melakukan quest penaklukan. Ini …… demi Spica.)
Yuuto menciptakan alasan untuk dirinya sendiri.
(Tujuanku……
adalah untuk menciptakan harem budak dengan 100 gadis cantik!)
Dia berlari ke arah perusahaan perdagangan budak
yang diperkenalkan oleh Adolph.


Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded