Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 1: Mencari Tahu Situasi

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Chapter 1: Mencari Tahu Situasi
———————————————————————————
Alih
bahasa: void safirma
“Selamat! Dia bayi laki-laki
yang sehat!”
Di
saat pengelihatanku kembali, Aku pikir aku mendengar sesuatu seperti itu. Huh?
Eh, Apa? Aku melihat ke sekeliling dengan panik… Di atasku ada kepala lampu
bedah, dan dibawahku terletak lantai linoleum [i].
Seorang perempuan dengan pakaian bedah…Rumah sakit, ruang operasi? Jadi aku
dalam keadaan “vegetatif”.
Apakah
aku bangun untuk yang pertama kalinya sejak kecelakaan itu? Kenapa aku merasa
diangkat? Apakah perempuan ini begitu kuat sehingga bisa mengangkat seorang pria
dewasa sepertiku? Oh tidak… Jangan bilang…
Imajinasi
terburuk melintasi pikiranku.
Jangan
bilang…Aku kehilangan anggota tubuhku selama kecelakan itu? Tentunya itu akan
membuat tubuh manusia jauh lebih ringan… Jangan-jangan ini… Ouch! Hey, apa
yang kau lakukan, sakit oi! Hei, perempuan tua! Kenapa kau menampar bokongku?!
Hentikan sebelum aku yang menghentikanmu!
“Dokter, bayinya, dia tidak
memberikan respon”
Aku
bisa mendengar suara dari perawat (menilai dari suaranya mungkin setengah baya)
yang terus menampar bokongku. Aku tidak punya hobi untuk merespon ke tamparan
bokong dari seorang perempuan tua! Dokter perempuan selain dia juga menatap ke
arahku sambil memberikan arahan.
Apa-apaan
itu!! Apa ini! Aku sibuk mencari tahu situasiku saat ini!
Sekarang
Dokter perempuan itu mulai menampar bokongku juga. Oh Sial… Aku mulai
berpikir kalau ini lumayan juga… Tidak, tidak, tenang, diriku, tenang. Itu
tidak benar. Sementara itu, mereka tidak berhenti menampar bokongku. Oke… aku
mengerti…
“Ogaaaa! Ogaaaaaaaa! (Aku
bilang Aku mengerti, sialan!)”
Kemungkinan
itu sangat tidak ilmiah, itulah kenapa aku gagal untuk mencari tahu di ruang
yang menenangkan itu. Ini sesuatu yang sangat sangat absur, ku pikir ini hanya
ada di novel atau dongeng.
Sepertinya,
Aku bereinkarnasi.
“Ini nyonya, gendong dia di
tangan anda”
Dokter
perempuan menyerahkan ku yang kecil ke perempuan yang aku rasa adalah ibuku.
Hey, pegang aku dengan lembut! Jangan Pegang aku seperti kau memegang anak ayam
yang baru lahir! Jangan memegangku dengan begitu kuat! Ah, ini baru pantas!
Hmmm….Perempuan ini…orang ini ibuku? Dia tidak terlalu cantik, atau jelek,
dia hanya perempuan normal. Tapi entah kenapa, dia tampak bahagia. Yah, karena
dia memegang anaknya sendiri, tidak mungkin seorang wanita akan menggendong
anaknya dengan memperlihatkan wajah muram, bukan?
Hmm?
Sepertinya
dia terlihat bingung?
Aaaaah,
dia khawatir karena aku tidak memberikan respon.
Apa
yang harus kulakukan, Aku tidak mengerti apa yang harus kulakukan di situasi
seperti ini. Ok, mari coba dengan tersenyum…
“Kyah, kyah”
Oh,
dia tersenyum! Ibuku tersenyum! Sepertinya aku membuat langkah yang benar. Tapi
apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tahu tidak ada gunanya terlalu
memikirkan itu, tapi mentalku sudah dewasa, jadi mau bagimana lagi.
Ngomong-ngomong, bokongku sakit, dan aku lelah sehabis menangis… jadi mari
tidur tidur sebentar.
Aku
akan memeriksa sekitarku setelah bangun…
~~~~~~
Aku
terbangun karena sebuah suara. Kedengarannya begitu hangat dan nyaman. Rasanya
seperti aku kembali ke tempat yang menenangkan… Jadi begitu! Itu ada dalam
rahim ibuku…
Aku
paham, tak heran rasanya begitu nyaman. Itu adalah tempat khusus yang hanya
untuk ku. Hmm? Aku masih bisa mendengar suara itu. Saat aku membuka mataku, Aku
bisa melihat ibuku menggendongku dengan senyum lembut, menyanyikan lagu. Apa
ini… Bahasa Jerman? Pengucapan yang buruk, tapi masih dapat dipahami. Ini
lagu nina-bobok (pengantar tidur), atau sesuatu seperti itu. Apa dia tau lagu
itu, atau dia mempelajarinya untuku…? Aku tidak bisa berterima kasih juga
tidak bisa memberi tepuk tangan, jadi aku hanya akan tersenyum padanya.
Kyah Kyah
Bagus!
Lihat senyum bahagia itu! Lihat itu? Dia terlihat sangat bahagia. Untuk saat
ini, aku akan tersenyum saja kalau sesuatu terlihat tidak baik. Sebuah senyum
dapat membuat seseorang melewati banyak hal! … Atau setidaknya aku berharap
seperti itu.
Setelah
mendengar sedikit lagu nina-bobok dari ibuku, Aku mendengar seuara ketukan.
Hmm…Sepertinya kami sedang berada dalam ruangan pribadi. Membiarkan bayi yang
baru lahir di sebuah ruang pribadi dengan ibunya, itu bukan sesuatu yang mampu
kau lakukan setiap hari. Ini mungkin berarti kalau aku lahir di sebuah rumah
yang stabil secara keuangan. Dunia tidak hanya tentang uang, tapi tidak ada
salahnya memiliki lebih.
Jadi,
siapa pria tua ini? Sok deket banget gitu denganku terus memeluku dengan
kasar…Oi, itu sakit. Aduh!
Hey,
kau tak seharusnya memperlakukan bayi yang baru lahir seperti ini! Lihat,
sekarang kau membuat ibuku marah. Oh, jangan murung seperti itu. Berapa banyak
shock yang kau dapatkan hanya karena dimarahi ibu? Dinilai dari percakapannya,
sepertinya orang ini adalah ayahku. Sepertinya dia datang sebelumnya, tapi aku
masih tidur. Maafkan aku, ayah. Nah karena ayah menggendong ku, Aku akan
memberikan servis sementara aku disini, aku akan menggosokan wajahku ke sekitar
dasinya. Woooo, lihat betapa bahagianya dia, sekarang dia mulai memeluku lagi.
Hentikan! Itu sakit. Aduh. Ibu, ini sakit! Tolong!
[Ogaaaa! Ogaaaaaaa!!]
Aku
membuat-buat sebuah tangis kesakitan. Ayah menyedihkan itu dimarahi ibu lagi.
Hah, pembalasan yang setimpal. Tapi sial, badan ini sungguh tak bertenaga…
Aku tertidur lagi setelah menangis sebentar…….. Aku harus mencoba tetap
bangun untuk beberapa saat la…gi…
——–Sudut
Pandang: Arakawa Miki———
Setelah
aku hamil, Aku selalu merasa khawatir. Bukan karena aku akan menjadi ibu, tapi
apakah aku bisa melahirkan atau tidak. Sebenarnya, Aku tidak bisa berharap
untuk mendapat kehamilan dengan kondisi tubuhku ini. Jika ini adallah 30 tahun
sebelumnya, itu jelas tidak mungkin. Tapi dengan teknologi mutakhir saat ini,
bisa membuatnya jadi mungkin. Aku berkonsultasi dengan suamiku, Shuuichi-san
beberapa kali. Dia bilang padaku dia tidak menginginkan seorang anak, yang dia
perlukan hanyalah aku berada di sisinya……. Aku sangat senang sampai
menangis, tapi meski begitu, aku masih ingin menanggung buah cinta kami.
Aku
memaksa permintaanku kepada Shuuichi-san, untuk mencoba teknologi mutakhir dan
hasilnya, Aku bisa melabuhkan kehidupan dalam diriku. Aku begitu diberkahi,
karena perutku semakin membesar dari hari ke hari, Kadang-kadang aku mendapati
diriku mengelus perut tanpa sadar. Dan hari ini, akhirnya anakku lahir. Saat
itu setelah Aku mengalami persalinan dan melahirkan Kouki, Aku begitu terkejut.
“Dokter, bayinya, dia tidak
menanggapi”
Si
perawat, Takigawa-san menampar pantat Kouki dengan putus asa, tapi Kouki tetap
tidak menanggapi. Aku hampir bisa merasakan udara di ruang operasi ini semakin
tebal.
“Dokter! Kumohon, kumohon
selamatkan anakku, selamatkan Kouki!!!”
Apakah
aku sudah mengatakan hal itu dengan benar? Mungkinkah aku tidak bisa bicara
dengan baik karena panik dan takut kehilangan Kouki? Di saat dokter mendekati
Kouki dan menampar bokongnya, dia mengeluarkan suaranya untuk pertama kalinya.
Aku merasa kesadaranku memudar karena kelegaan dan kelelahan, tapi aku tidak boleh
pingsan sebelum aku menggendong anakku di tanganku.
“Ini nyonya, gendong dia
dengan tangan anda”
Aku
menggendong Kouki untuk pertama kalinya… dan lagi, Aku kembali terkejut.
Apa
ini… Itu bahkan tidak mirip dengan mata bayi… Rasanya seperti menatap
sebuah jurang tak berujung. Mata, tanpa emosi, menatap balik seakan ia sedang
memeriksa seekor kelinci percobaan.
Aku
bisa merasakan bulu kudukku berdiri… Aku sudah kewalahan dengan banyak emosi
menyakitkan, seakan lubuk hatiku sedang hancur perlahan. Aku hampir saja
membuang anakku yang baru lahir karena takut.
“Kyah, kyah”
Kouki
tersenyum. Dia tersenyum begitu polos, seolah dia senang melihatku sebagai
ibunya. Aku merasa sangat lega, dan disaat yang bersmaan, aku benci diriku
sendiri. Sampai beberapa saat yang lalu, aku merasa benar-benar takut dan
hatiku merasakan perasaan sakit terhadap anak ini. Setelah aku tersenyum
canggung ke arahnya, Kouki tertidur dalam pelukanku. Waktu itu, Aku bersumpah
pada diriku.
Bahkan
jika seluruh dunia akan melawan Kouki, aku akan melindunginya sampai akhir. Aku
tidak akan pernah membiarkan dia menangis.
Aku
menyanyikan sebuah lagu dengan Kouki tertidur di dekapanku. Pengantar tidur
dengan nada lembut, itu aku pelajari mati-matian demi anak ini. Aku bisa
merasakan kecepatan napas Kouki berubah….. 
Sepertinya dia terbangun. Apa aku membangunkannya karena suaraku terlalu
keras? Aku bertanya-tanya ketika aku mengarahkan pandangan ku ke arahnya.
Kyah Kyah
Dia
tertawa, seakan memintaku untuk tetap bernyanyi, meskipun dia tidak mungkin
mengerti artinya… Jadi Aku menaruh lebih banyak perasaan saat aku terus
menyanyi untuknya.


[i]  ↑ Linoleum adalah bahan pelapis lantai yang
terbuat dari minyak biji flax (linseed oil) dicampur dengan tepung kayu atau
serbuk gabus dengan backing dari kain berserat kuat atau kanvas. Sering dipakai
sebagai bahan cetakan dalam seni grafis dengan teknik yang sama dengan cukil
kayu.



—————————————


terimakasih telah membaca sejauh ini…………….
tolong dukung terjemahan kami dengan membaca terjemahan ini hanya di ‘otakuakut.blogspot.com ‘


buat teman teman yang ingin ikut serta dalam terjemahan projek ini juga sangat di persilahkan. kalian bisa contak saya melalui fanspage fb, fb ( void safirma), atau via E-mail ( voidsafirma@gmail.com )

kami otakuakut selalu terbuka dan menyambut teman – teman yang ingin bergabung dengan kami

silahkan matikan ad-block kalian untuk mendukung blog ini. iklan membantu agar blog ini dapat terus berjalan dengan lancar
apabila ada typo,terjemahan yang menurut teman-teman kurang tepat silahkan tulis kritik dan sarannya di kolom komentar postiang ini….


Terima kasih banyak 

—————————————




  Sebelumnya  – daftar isi – selanjutnya

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded